Minggu, 09 Oktober 2011
BUS System Bagian 1
BUS
Prosesor, memori utama, dan perangkat I/O dapat diinterkoneksikan denganrnenggunakan bus bersama yang fungsi utamanya adalah menyediakan jalur
komunikasi untuk transfer data. Bus tersebut menyertakan jalur yang diperlukan
untuk mendukung interrupt dan arbitration. Pada bagian ini, kita membahas fitur
utama protokol bus yang digunakan untuk mentransfer data, Protokol bus adalah set
aturan yang mengatur kelakuan berbagai perangkat yang terhubung ke bus yaitu
kapan harus mel.etakkan informasi ke dalam bus, menyatakan sinyal kontrol, dan lain
sebagainya. Setelah mendeskripsikan protokol bus, kita akan menyajikan contoh
sirkuit antar muka yang menggunakan protokol ini (pada modul 14).
Jalur bus yang digunakan untuk mentransfer data dapat dikelompokkan
rnenjadi tiga tipe; jalur data, alamat, dan kontrol. Sinyal kontrol menetapkan apakah
operasi baca atau tulis yang akan dilakukan. Biasanya digunakan jalur R/ W tunggal.
Jalur tersebut menetapkan Read pada saat diset
ke 1 dan Write pada saat diset
ke 0.
Apabila dirnungkinkan menggunakan beberapa ukuran operand, seperti byte, word,
atau long word, rnaka ukuran data yang diminta juga diindikasikan.
Sinyal kontrol bus juga membawa informasi timing. Sinyal tersebut
menetapkan waktu kapan prosesor dan perangkat I/O dapat meletakkan data pada bus
atau menerima data dari bus, Berbagai skema telah ditemukan untuk rnelakukan
timing transfer data melalui bus. Skema tersebut dapat diklasifikasikan secara umum
sebagai skema synchronous dan asynchronous.
Dalam tiap operasi transfer data, satu perangkat memainkan peranan sebagai
master. Ini adalah perangkat yang menginisiasi transfer data dengan mengeluarkan
perintah baca atau tulis; karenanya perangkat ini dapat disebut initiator. Biasanya,
prosesor bertindak sebgaai master, tetapi perangkat lain yang memiliki kemampuan
DMA dapat juga menjadi bus master. Perangkat yang dituju oleh master disebut
sebagai slave atau target
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar